Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan penggunaan obat antivirus Oseltamivir (Tamiflu) kini dibatasi untuk pasien flu A (H1N1) yang mengalami gangguan kesehatan berat saja.
“Yang tidak parah dikasih obat anti virus influenza biasa saja,” katanya usai menerima pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di kediamannya, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Senin.
Ia menambahkan, hal itu sudah dilakukan di negara-negara yang lebih dulu terkena dampak pandemi global influenza A (H1N1) karena dampak penyakit itu terhadap kesehatan dianggap tidak berat.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) secara global tingkat kematian akibat flu A (H1N1) relatuf rendah yakni sekitar 0,4 persen.
Orang yang terserang penyakit flu baru itu, masih menurut WHO, rata-rata juga bisa sembuh dalam waktu sepekan bahkan tanpa pengobatan khusus di rumah sakit sekalipun.



You must be logged in to post a comment.