Oct
31st

TNI-AU Akan Beli Pesawat Lagi, BIAK jadi Pangkalan Sukhoi & F16

Author: TheParagon | Files under Militer, News

BANDUNG - Pesawat tempur pengadaan tahun 1960-an tidak akan digunakan lagi karena sudah melebihi batas usia maksimal penggunaan pesawat, yaitu 30 tahun. Untuk itu, TNI AU mengajukan pembelian pesawat tempur taktis, termasuk 10 unit pesawat Oviten jenis OV-10 Bronco yang berada di pangkalan udara Lanud Abdurrahman Saleh, Malang.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Herman Prayitno mengungkapkan hal itu usai serah terima jabatan Komandan Koharmat AU dari Marsekal Muda TNI Suko Kuntjoro kepada Marsekal Pertama TNI Sunaryo di Lapangan Apel Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung, Selasa (30/10). “Kebijakan sekarang, pesawat berusia lebih dari 30 tahun akan diganti dengan yang baru. Pesawat tahun ’60-an tidak akan dipelihara lagi,” ujarnya.

Suko mengakhiri tugas militernya dengan pensiun pada usia 57 tahun. Sedangkan Sunaryo sebelum menjadi Dankoharmat AU, menjabat Kadisaero AU.

Ia berharap Dephan bisa mendukung anggaran. Kandidat pengganti OV-10 Bronco di antaranya KO-1 buatan Korea Aerospace Industries, EMB 314 atau EMB 312 Super Tucano buatan Embraer Brasil, dan Sukhoi Su-25 buatan Rusia.

Untuk pemeliharaan alat utama sistem kesenjataan (alutsista), terutama pesawat tempur, sedikitnya disediakan dana Rp 1,3 triliun tiap tahun. “Dana itu harus diselesaikan sebelum akhir tahun. Pemeliharaan maupun perbaikan dilakukan dalam internal lingkungan TNI AU maupun ke pihak luar disesuaikan dengan tingkat kerusakan,” katanya.

Ia mengatakan, secara sistem, depo-depo pemeliharaan dituntut meningkatkan kemampuan pemeliharaan dan perbaikan pesawat, tapi disesuaikan dengan kemampuan personel dan peralatan yang terbatas. “Kalau load factor dalam satu tahun mampu memperbaiki 10 pesawat sedangkan jumlah yang harus dipelihara 20, sisanya diserahkan ke pihak luar agar biaya lebih efisien,” ungkapnya.

Skuadron baru

Pihaknya berencana memperkuat Lanud TNI AU Biak Papua, dengan menambah satu skuadron pesawat tempur baru. Rencananya, Lanud TNI AU Biak akan diperkuat dengan satu skuadron jet tempur semacam F-16 atau Sukhoi.

Sejumlah sarana pendukung sedang dalam proses pembangunan, di antaranya fasilitas radar militer di Biak, Merauke, Timika, dan Saumlaki, Maluku. Lanud TNI AU Biak akan diperkuat dengan tiga skuadron angkut, satu skuadron intai taktis, dan satu skuadron helikopter.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.




You must be logged in to post a comment.